Senin, 20 September 2010

Apa Saya Benar Pemuda Indonesia?


Pertanyaan diatas adalah yang kadang terbersit ketika mengingat keberadaan saya sekarang. Jika memang saya benar pemuda Indonesia, sudah sejauh mana saya berkontribusi untuk negara? Disaat yang bersamaan banyak kampanye aku cinta Indonesia, kesatuan Indonesia, dan semacamnya. Saya merasa tidak cukup untuk menyatakan saya bangga terhadap Indonesia tanpa ada wujud dari sikap yang nyata.

Jadilah angan saya ada disetiap kesempatan yang muncul untuk mewakili Indonesia. Sayangnya, saya tidak cukup jenius untuk mengikuti olimpiade matematika atau fisika. Bukan juga atlet yang mampu mengangkat bendera Indonesia di setiap raihan medali pada Sea Games atau Asian Games. Namun kesempatan untuk mewakili Indonesia hadir setelah saya mengetahui adanya program pertukaran pemuda antar negara yang diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga.

Perasaan tersebut tidak muncul tiba - tiba, kawan. Sebelumnya saya beberapa kali menjadi bisu melihat bongkahan surgawi negeri ini lewat petualangan saya dengan teman - teman. Masuk menjelajahi tempat yang saya yakini sebagai tanah air.

Semakin berpetualang, semakin saya mengharu biru bersama Indonesia. Puncaknya ketika saya melakukan solo backpacking keliling asia tenggara setelah lulus kuliah. Betapa rasa cinta terhadap Indonesia itu semakin tumbuh, seiring melihat perbedaan jati diri kebangsaan dengan masyarakat yang saya temui waktu itu. Dan kebanggaan itu tumpah ketika saya menyaksikan pertandingan final bulu tangkis di Sea Games 2009 Laos. Menatap merah putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, membuat saya berpikir : "Kapan giliranku menjadi tokoh utama di bawah bayang merah putih?".

Seleksi yang saya ikuti adalah untuk menentukan perwakilan dari Propinsi Jawa Barat. Saya merasa beruntung karena publikasinya dilakukan secara online, sehingga saya dapat mengikutinya walau hanya sebagai pemuda biasa (baca: bukan karena anak pejabat atau pertimbangan kekerabatan dengan Menpora). Sehingga sepulangnya dari perjalanan keliling asia tenggara, saya memperjuangkan peluang tersebut untuk mengikuti satu demi satu tahap seleksi.

Apa benar saya pemuda Indonesia?
Kawan, saat itu saya memutuskan untuk menguji jawabannya. Disaat yang bersamaan dengan proses seleksi, saya lebih memilih bekerja di sebuah national oil&gas company yang  sedari awal mengizinkan saya mengikuti program ini, walau saya telah terlebih dahulu ditawarkan untuk bekerja di sebuah multinational oil&gas company yang tidak mengizinkan saya mengikuti program ini.

Apa benar saya pemuda Indonesia?
Sampai tulisan ini ditulis, saya pun masih dalam tahapan pembuktian. Yang berikutnya saya akan ceritakan kepadamu adalah bagaimana saya akhirnya melewati masing - masing tahapan seleksi propinsi. Melangkah lebih dekat untuk menjadi pemuda merah putih.

Arozak Salam.
Senin, 20 September 10.37 Am.

Senin, 13 September 2010

Dari Sebuah Website

Sampurasun..

Ini adalah salah satu bentuk rasa syukur saya. Untuk berbagi bersama kamu yang mungkin tidak sengaja menemukan halaman ini. Karena rupanya, sebuah ketidaksengajaan ternyata bisa membawa ke suatu peristiwa. Peristiwa yang ceritanya akan panjang. Layaknya ketidaksengajaan ketika saya menemukan informasi dari sebuah website: http://pcmijawabarat.wordpress.com.


SELEKSI PPAN TAHUN 2010 


Seleksi PPAN tahun 2010 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya seleksi tingkat provinsi harus melalui seleksi di masing-masing kota/kabupaten, tahun ini pendaftaran hanya dibuka melalui jalur e-mail. Anda dapat membaca persyaratan serta tahapan seleksi tahun 2010 di bawah ini:
  1. WNI yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi Jawa Barat 
  2. Belum menikah 
  3. Usia :
  • SSEAYP (ASEAN-Jepang)           20-30 tahun 
  • AIYEP (Indonesia-Australia)       20-25 tahun 
  • ICYEP (Indonesia-Kanada)         18-23 tahun
     4. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris (lisan & tulisan)
     5. Mampu menampilkan kesenian dari daerah Jawa Barat
     6. Bersedia mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi
     7. Belum pernah mengikuti program pertukaran pemuda antar negara 
          yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga

Begitulah kawan informasi yang saya baca dari website tersebut. PPAN itu sendiri adalah singkatan dari Pertukaran Pemuda Antar Negara. Dari situlah awal mula ceritanya. Tulisan ini hadir sebagai pengganti pita rekaman yang berputar dalam suatu kamera di pojok dunia. Dimana akhirnya saya dan ketujuh belas pemuda lainnya berada diposisi tokoh utama.


Dan kawan, ini juga adalah cerita yang masih berjalan paralel dengan peristiwa tersebut. Masih dalam perjalanan, saya menyebutnya. Karena saat tulisan ini dibuat adalah H-32 kegiatan, maka sebenarnya saya masih ada di tahap persiapan. Sehingga dalam perjalanan tulisan ini sekarang, izinkanlah saya menceritakan masa - masa awal pemilihannya saja terlebih dahulu.


Ini baru pembukaan. Selanjutnya adalah bagaimana akhirnya ketidaksengajaan saya menemukan website yang telah saya sebutkan diawal tulisan ini, membawa pada peristiwa yang sedari awalnya saja mampu membuat saya berkaca pada sebuah tanya, "Apa saya benar pemuda Indonesia?". Ada alasan yang mendalam untuk akhirnya saya mengikuti program ini.

Satu hal kawan, yang terjadi ketika saya mengalami perjumpaan pertama dengan website tersebut , adalah keyakinan kuat yang  berbisik pelan dibalik telinga : "Aku tahu, akulah orangnya". Sehingga saya hanya tersenyum melihat orang - orang yang terlebih dahulu merasakan program pertukaran pemuda antar negara tersebut. Mereka mengatakan "Hatur Nuhun" yang artinya terima kasih, yang menjadi memori penutup ketika akhirnya hari itu saya melanjutkan rutinitas biasa.




10.26 Pm di tanggal 13 September 2010.
Arozak Salam